Teknologi LTE
Posted by Supriyadi pada November 29, 2008
LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Teknologi ini diklaim dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk para pengguna.
Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3 hal utama, yaitu air interface, jaringan radio serta jaringan core. Di masa mendatang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun
LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat sebanding dengan DVB-H dan WiMAX
LTE dapat beroperasi pada salah satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.
Desain teknologi LTE memisahkan proses downlink dan uplink pada dua pipa spektrum yang berbeda. Kecepatan downlink bisa lebih dari 300 Mbps, sementara kecepatan uplink lebih dari 80 Mbps. Uplink-nya berbasis pada teknologi yang dinamakan SC-FDMA atau Single Carrier Frequency Division Multiple Acces. Dengan teknologi ini baterai handset akan lebih tahan lama meski digunakan untuk koneksi data.
LTE bisa digunakan di wilayah yang rural ataupun hot zone. Dan meskipun LTE lebih dikenal sebagai data centry tapi bukan berarti tak bisa dipakai untuk layanan voice.
LTE bisa diimplementasikan bagi para operator berbasis GSM ataupun CDMA. Teknologi ini juga bermaksud memberikan layanan komunikasi suara dan data yang murah pada tataran konsumen. Meski titik beratnya bukan soal harga. Ketika teknologi ini sudah ada kita seharusnya bisa menggunakan handset yang bekerja di jaringan UMTS untuk mengakses internet dengan kapasitas lebih besar. Karena LTE ini katakanlah versi UMTS yang advance.